Ki Hajar Dewantara

Pesan Ki Hajar Dewantara Buat Yang Lagi Skripsi

Bagi yang saat ini sedang kuliah, mungkin ada yang sedang mengalami fase yang namanya mengerjakan tugas akhir. Atau mungkin ada yang punya teman yang sedang berada dalam masa itu.

Menjelang Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, ada pesan-pesan dari bapak pendidikan nasional yang sepertinya perlu saya sampaikan melalui situs keren ini. Mungkin sudah banyak yang pernah dengar pesan-pesan yang dimaksud, tapi belum tahu esensinya bagi mereka yang sedang dalam masa mengerjakan tugas akhir / skripsi.

Ini dia kata-kata beliau yang sangat terkenal itu :

 

Ing ngarso sung tulodo,
Ing madyo mangun karso,
Tut wuri handayani

 

Dalam bahasa Indonesia : “Di depan menjadi teladan, di tengah memberi semangat, dari belakang memberi dorongan”

Pasti sudah pada pernah dengar kan ? Apalagi bait terakhirnya merupakan semboyan pendidikan negara kita. Biasanya di topi murid SD-SMP ada tuh tulisannya “tut wuri handayani”. Lalu, itu maksudnya apa ?

Berdasarkan pengalaman saya di kampus, terutama di lab, pesan-pesan beliau tersebut cocok buat seluruh mahasiswa di dunia. Menurut saya, mahasiswa terbagi menjadi tiga golongan : senior, normal, dan junior. Dimanapun golongan kalian para pembaca, silahkan menyesuaikan diri dengan penjelasan yang akan saya jabarkan.

– Sebagai mahasiswa senior (yang masuk golongan ini adalah mereka yang masih belum lulus meskipun sudah melebihi waktu lulus yang normal), harus menjadi teladan buat juniornya. Jangan memberi mereka contoh yang buruk dengan semakin lama mewujudkan kelulusan. Ya boleh lah kalau para senior ini punya kemampuan lebih, sehingga statusnya yang masih mahasiswa bisa dimanfaatkan dengan baik dengan cara berkontribusi (dalam arti luas) untuk masyarakat. Ini juga bisa dihitung “memberi contoh”. Tapi jangan terlalu lama ! Segera keluar dari kampus, lalu lanjutkan pendidikan atau meraih cita-cita. Setelah itu kembali lagi ke kampus untuk berbagi pengalaman. Hal semacam ini juga bisa jadi motivasi buat adik-adik angkatannya.

– Sebagai mahasiswa normal (golongan ini adalah mereka yang kuliahnya belum molor dan sedang mengerjakan tugas akhir), harus bisa memberi semangat. Semangat untuk siapa ? Minimal untuk teman-teman seangkatannya yang sedang berada pada fase tugas akhir juga. Lebih baik lagi kalau bisa jadi penyemangat juga buat para senior agar mereka tidak menunda kelulusannya lagi. Kejadian yang saya sering temui adalah, para mahasiswa normal malah sering mengatakan hal-hal sarkas untuk menghibur hati mereka. Bahkan yang lebih parah, kata-kata sarkas kerap ditujukan kepada para senior. Ya wajarlah, pengalaman pertama berhadapan dengan tugas akhir membuat golongan mahasiswa normal mudah stress. Di mana lagi bisa mendapat hiburan gratis selain di kampus bersama para senior ?

– Sebagai mahasiswa junior (golongan ini adalah mereka yang belum atau akan mengambil tugas akhir), harus memberi dorongan kepada para mahasiswa normal dan senior. Cukup dorongan saja, bukan bantuan. Kalaupun mahasiswa junior mengerti apa yang dikerjakan kakak angkatannya, itu adalah tugas mereka ! Mereka yang punya tanggung jawab menyelesaikan tugas mereka sendiri. Kemungkinan mahasiswa junior berkata-kata sarkas sangat kecil, karena mungkin mereka belum tahu apa sebenarnya tugas akhir, final boss yang akan dihadapi disemester akhir. Entah karena takut kualat atau karena sungkan sama angkatan di atasnya.

Pada golongan manapun kalian berada, silahkan bertingkah sesuai kodratnya masing-masing. Semoga dunia pendidikan di negara kita tercinta bisa lebih baik lagi dan generasi penerus bisa semakin membawa negara ini menuju kesejahteraan seluruh masyarakat.

 

 

Waaw… Keren sekali !

One thought on “Pesan Ki Hajar Dewantara Buat Yang Lagi Skripsi”

Komentarin dooong...

Your email address will not be published. Required fields are marked *