LM-Logo-RGB-01

Konfigurasi Leap Motion pada Unity Free (Windows)

[artikel diambil dari sayagusti.wordpress.com]

Halo semuanya ! Apa kabarnya hari ini ? Ya, saya juga sehat hahaha…

Hari ini saya mau mencurahkan pengalaman yang dulu sempat bikin pusing.

Apakah itu?  Waktu itu saya mau coba bikin aplikasi menggunakan Leap Motion + Unity, tapi konfigurasinya susah.

Kok bisa ? Cerita dong ! Jadi begini, konfigurasi yang ada di tutorial resmi, bahkan tutorial yang umum di internet pada pakai Unity versi pro. Enak banget, tinggal import asset; colok perangkatnya; beres deh urusan.

gambar 1. Leap Motion Logo

Khusus buat kalian yang gak mau pake Unity pro yang bajakan dan tetap idealis pake versi standar (free) meskipun lebih terbatas dalam beberapa hal, simak langkah-langkah dibawah ini.
Panjang gak caranya ? Kalau dirimu gak kuat baca tulisan bahasa Inggris dalam waktu yang lama, gak perlu cari-cari di forum. Cara yang saya sampaikan ini udah ringkas lho ! Semoga mudah dipahami & dilakukan.

1) Unduh Leap SDK (saya pakai versi 2.1), Pilih tempat ekstrak folder. SDK versi 2.1 hanya dapat dijalankan minimal pada Unity 4.5.2

2) Install Leap_Motion_Installer.exe, maka secara default akan disimpan di C:\Program Files (x86) jika sistem operasinya 64 bit

3) Setelah proses install selesai, sambungkan perangkat Leap Motion Controller ke komputer

4) Taskbar akan mengeluarkan notifikasi kalau perangkat sudah tersambung. jalankan visual tracker. Cari ikon Leap Motion Controller di taskbar, klik kanan, pilih “Visualizer…” (gambar 2). Tampilan berbeda kalau menggunakan SDK versi lawas. Kalau tangan bisa dideteksi Visualizer, berarti perangkat siap digunakan

visualizer
gambar 2. Penampakan Tangan di Visualizer

5) Buat latihan ini, kita pakai aja asset dari Leap Motion buat Unity. Unduh leap motion v2 skeletal asset, bisa lewat web atau langsung dari Unity. Kalau lewat web browser, buka assetstore.unity3d.com, dari kolom pencarian, cari package yang dimaksud. Kalau langsung dari Unity, tekan ctrl + 9 terus cari package yang dimaksud. Cara manapun yang dipake, kamu tetap harus log in kalau mau mengunduh

6) Kalau sudah selesai, lihat gambar 3, ada tombol “Open in Unity“. Kalau tadi buka asset store dari web browser, bakal muncul peringatan. Kalau setuju, Unity bakal dipanggil. Kalau udah masuk ke Unity dan skeletal asset nya udah siap, klik File –> save project habis itu silahkan istirahat dulu

gambar 3. Skeletal Asset dari Asset Store

7) Pilih tab “Project”. Didalam folder Assets ada beberapa folder lainnya. Dari folder LeapMotion, masuk ke folder Scenes (dibagian kiri gambar 4 ada petunjuk lokasi foldernya). Isinya ada beberapa contoh scenes. Coba dobel klik LotsOfBlocks buat membuka scene itu (pilih scene yang mana aja juga boleh sih, tapi ikutin dulu aja ya ?! hehehe).

scenes
gambar 4. Isi folder “Scenes”

8) Scene yang dipilih bakal muncul di tab Scene (gambar 5 adalah tampilan scene LotsOfBlocks). Habis itu klik tombol play atau ctrl + P (bukan buat ngeprint lho!). Pada tahap ini, kalau pake Unity versi gratisan pasti error. Kalo gak error, tolong bikin tutorialnya biar saya bisa coba hehehe…

gambar 5. Salah satu scene yang dipilih

9) Lihat lagi langkah 7, coba masuk ke folder Plugins. Ada banyak isinya kan ? Klik kanan di folder Plugins –> Show in exploler

10) Sebuah window exploler tempatnya folder Plugins bakal muncul. Dari folder Plugins, copy atau cut tiga file dll yaitu : Leap.dll, Leap3dInteractDll.dll, LeapCSharp.dll . Taruh tiga file tadi di folder root. Dimana itu ? Kok gak ada folder yang namanya root ? Lanjut ke langkah selanjutnya aja

11) Perhatikan address bar pada gambar 6. Folder root adalah folder tempat menyimpan folder Asset. Namanya bisa sesuai selera. kalau merujuk ke contoh, nama folder root saya adalah “gus leap demo v2 tutorial

Sudah di-paste di root ? lanjut ke langkah berikutnya

root
gambar 6. lokasi root folder

12) Kembali lagi ke Unity, klik tombol play atau ctrl + p. Sekarang sudah bisa kan? Menurut pengalaman saya sih, gak perlu restart Unity kok.

Semoga bermanfaat.

 

 

Waaw… Keren sekali !

Komentarin dooong...

Your email address will not be published. Required fields are marked *